ijooh

ijooh

Sabtu, 25 Februari 2012

MARI BEROLAHRAGA


Di Turki jarang sekali ditemukan rumah. Penduduk turki tinggal di flat-flat (rusun). Tapi flat/rusun di sini lebih canggih sedikit dan bersih. Pintunya otomatis, lampu akan menyala otomatis dengan adanya getaran di lantai. Jika kita tak memiliki kunci pintu utama maka kita harus memencet tombol di daftar pemilik kamar dan mereka akan membukakan pintu depan otomatis dari kamar mereka walau di lantai 4. Pemilik kamar takperlu turun dulu ke lantai dasar untuk membukakan pintu untuk tamu, cukup memencet tombol di mikropon.

Dan yang menyenangkan di setiap blok perumahan tersedia arena gym terbuka untuk berolahraga. Meskipun hujan salju panas silih berganti hebatnya alat-alat gym ini tidak karatan. Musim dingin ini membuat tubuhku jadi kaku karena hanya sering diam di dalam rumah. Hari ini matahari bersinar cerah walaupun angin yang bertiup super dingin dan suhu masih 5 derajat. Tapi saya ingin sedikit menggerakkan badan.





Jalan-jalan di Nigde

Alhamdulillahirobbil'alamin

Kota kecil di antara Konya, Kayseri dan Nevsehir. Kota kecil sebesar Rembang tapi dengan fasilitas yang agak modern. Hanya ada satu jalan raya. Di sepanjang jalan raya itu terdapat pertokoan. Ada sekitar 8 swalayan kecil sekelas Luw*s. Dan banyak restoran turki. Di kota ini hanya ada 2 toko pizza yaitu Pizza Bella dan Il Mere. Namun ada restoran fast food besar yaitu Burger Ki*g.

Ada arum manis di sini harganya 1TL (5ribu rupiah) \(^_^)/

Anak-anak lebih suka makanan fast food. Sedangkan orang dewasa lebih memilih makan di restoran turki. Jika kita ke restoran turki menu yang tertera adalah menu utama dan harga biasanya sudah termasuk salad dan teh. Jadi misalnya saya memesan Tavuk Sis 7TL (sate ayam; tavuk=ayam ,sis=sate). Maka pelayan akan menyajikan air putih, salad dan roti lebih dahulu untuk menunggu makanan utama. Lalu setelah makan selesai biasanya mereka menawarkan teh panas gratis.

Makanan pembuka : aneka macam salad

Tavuk Sis : Sate ayam + nasi uduk

Nasi turki rasanya seperti nasi uduk. Beras digongseng dengan minyak diberi garam,bulgur (seperti beras tapi berwarna coklat) dan air. Jadi rasanya gurih manis sedikit berminyak).

Saladnya warna-warni menarik hati. Dengan perasan lemon akan lebih segar.

Salad di turki warna warni terdiri dari berbagai jenis sayuran antara lain : wortel, selada, kol merah (raddichio), beet, kol ungu juga, bawang bombai, bawang merah, bawang putih, parsley(seperti seledri tapi kecil), basil, lobak, dll.

Makanan di kota Nigde cenderung murah akan tetapi pakaian mahal. Makanan 7TL sudah kenyang, tetapi baju kaos paling murah 10 TL, bolero kecil 15TL, rok 30TL. Sebenarnya harga untuk kebutuhan sehari-hari seperti shampo, lotion, bedak, sabun dsb relatif sama dengan harga di Indonesia. Akan tetapi karena kemasan di turki paling kecil adalah 100ml dan kemasan kecil seperti itu sangat jarang ditemukan. Sebagian besar kemasan shampo, lotion dll itu 400ml (ukuran besar). Jadi harganya akan terlihat mahal. Sebagai contoh shampo Elidor (di Indonesia Sunsilk) 400ml harganya 6 TL (30ribu). Kalau dihitung-hitung juga sama saja di Indonesia. Dan yang unik di sini adqa banyak istilah dari barang yang diubah. Shampo sunsilk menjadi Elidor, eskrim Walls menjadi Algeda, tidak hanya itu judul film pun diganti judulnya menjadi bahasa Turki. J

Di tengah pusat pertokoan Nigde

Setelah puas jalan-jalan kita pulang naik otobus Nigde-Bor ke Toki evleri tarifnya 1,75TL untuk umum dan 1,5TL untuk pelajar.

Menunggu bis di halte bus.

JALAN-JALAN DI ISTANBUL

ALHAMDULILLAHIROBBIL'ALAMIN.....

Di Istanbul kami tak melewatkan jalan-jalan di kota yang penuh sejarah ini. Istanbul dulu bernama Konstantinopel ketika masih menjadi kekuasaan Bizantium dan merupakan pusat kota perdagangan yang menghubungkan Asia dan Eropa. Kota ini berhasil ditakhlukkan oleh kerajaan Islam Fetih dengan rajanya sultan Mehmet II dan Konstantinopel diubah namanya menjadi Istanbul. Selanjutnya agama Islam mulai menyebar ke belahan Asia. Ada beberapa tempat yang bagus untuk dikunjungi
1. Bosphorus Bridge
Selat Bosphorus adalah selat yang membelah Asia dan Eropa. Selat ini menghubungkan laut Mediterania dan laut Hitam. Jembatan Boshporus adalah jembatan yang menghubungkan Asia dan Eropa. Kita bisa menikmati pemandangan kota Istanbul bagian Asia dan Eropa dari atas kapal.
Pemandangan Reruntuhan Tembok Beteng Konstantinopel dari Kapal

2. Ayasophia
Bangunan ini sekarang merupakan museum yang menyimpan sejarah Istanbul pada masa lalu. Saat Istanbul masih dikuasai Bizantium,Ayasophia merupakan gereja kristen ortodok. Setelah Kesultanan Fetih mengambil alih kota Istanbul , Ayasophia berubah fungsi menjadi masjid. Di dalam gedung ini terdapat janggut nabi Muhammad SAW. Akan tetapi,sayang sekali kita tidak diperkenankan memotret di dalam gedung.
Ayasophia

3. Sultan Mehmet Square
Tempat ini adalah jalanan sekitar ayasofia dan Blue Mosque. Kita bisa berjalan-jalan atau menikmati sore di taman sekitar Sultan Mehmet square. Pemandangan malamnya pun tidak kalah menarik. Pusat perbelanjaan juga terletak tak jauh dari tempat ini.
Pemandangan Ayasofia di waktu malam dari Sultan Mehmet square.

4. Miniaturk
Tempat yang takboleh dilewatkan adalah miniaturk. Kita bisa melihat semua tempat wisata di Turki dari tempat ini. Miniaturk adalah taman maket tempat2 wisata dari seluruh bagian Turki. Ada Mevlana Museci di Konya, Cappadocia di Aksaray, Kuil Artemis di Izmir, Cannacale monumen, dll. Taman ini dilengkapi dengan fasilitas mesin yang akan memberi penjelasan mengenai miniatur bangunan dalam bahasa Inggris. Cukup dengan menyodorkan barcode di tiket masuk maka mesin akan berbicara menjelaskan sejarah bangunan.

Miniaturk : seolah kita sudah mengunjungi seluruh Turki

5. Masjid Al Ayyub
Di Turki banyak terdapat masjid yang megah dan indah. Selain Blue Mosque yang terkenal, ada Masjid Al Ayyub di dekat tembok beteng Istanbul. Di masjid ini terdapat makam panglima perang Khalid bin Tsabit atau orang turki menyebutnya Mehmet Al Ayyubi. Panglima perang bani Umayyah yang juga sahabat nabi dimakamkan di dekat beteng Istanbul/Konstantinopel.

Pemandangan di sekitar Masjid Al ayyub
Di Turki jarang sekali terdapat tempat wudhu tertutup. Karena mazhab hanafi di sini jarang terlihat jamaah wanita. Saya cukup kesulitan untuk mencari tempat wudhu. Di Turki saya jadi terbiasa wudhu di wastafel, karena jarang ada tempat wudhu khusus. Orang Turki lebih senang menggunakan toilet jongkong daripada toilet duduk. Sebagian besar toilet umum di Turki kurang bersih bahkan terkesan jorok. Toilet yang bisa saya percaya hanya di restoran. Dan jangan lupa sedia tisue basah untuk anda para wanita.


Turki memiliki 4 musim. Saat ini adalah musim dingin. Musim dingin dan salju pertama yang kulihat dan kurasakan. Salju pertama turun minggu ke-3 Desember, dan puncak musim dingin ini kurasakan pada bulan Februari. Salju menumpuk menjadi bongkahan es beku sulit mencair meskipun matahari bersinar dan langit cerah.